Dispora Banda Aceh

Bang Wandi Hanya Kuatir DPRA Tidak Bisa Lagi Bersidang

Bang Wandi Hanya Kuatir DPRA Tidak Bisa Lagi Bersidang

 

Banda Aceh – Mengomentari berita sejumlah media online tentang kesiapan anggota Fraksi Partai Aceh (PA) mengundurkan diri usai bertemu dengan Fraksi Partai Gerindra DPR- RI di Jakarta, kemarin, Jum’at 17 Maret 2017, para netizen sangat mendukung langkah itu, karena menyangkut marwah yang bersangkutan, dan agar benar-benar sesuai antara kata dengan perbuatan.

“Cakap harus serupa bikin, jangan omdo (omong doang), gettat, (bagus kali), jroh that.., pah that, mundur ju., tinggai kanto soh, akan tapreh tantangan bek haba mantong, bagus kali, alhamdullilah, Allahu Akbar,” begitu tulis sejumah netizen di raung komentar.

Sedangkan Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh terpilih 2017 – 2022, hanya berkomentar ringan di laman media sosial. “Saya kuatirkan DPRA tidak lagi bisa bersidang karena tidak cukup Quorum dua per tiga dari total 81 kursi. Sayang Dewan hanjeut jikhok palee le ,” tulisnya.

Status Bang Wandi itu, baru diposting sekitar satu jam, langsung mendapat ratusan tanggapan dari penghuni dunia maya dan sebelumnya Anggota DPR Aceh, DPR Kabupaten/Kota dari Fraksi Partai Aceh, ketika beraudiensi dengan Fraksi Partai Gerindra meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mengacu kepada UUPA dalam menangani perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) Aceh tahun 2017.

“Kami atas nama Fraksi Partai Aceh meminta MK menyelesaikan sengketa Pilkada Aceh dengan UUPA, bukan dengan UU yang berlaku secara nasional (UU 10/2016). Karena persyaratan sejak pendaftaran pasangan calon mengacu kepada UUPA, kalau tidak kami semua dari Fraksi Partai Aceh siap mengundurkan diri,” ujar Nyakman yang juga Ketua Komisi A DPRK Aceh Utara, seperti dikutip portalsatu.com

Dalam audiensi dengan Fraksi Partai Gerindra DPR RI, dari DPR Aceh antara lain dihadiri Tgk. Muharuddin (ketua) dan Azhari alias Cage (Wakil Ketua Komisi I). Selain itu, Ketua DPRK Lhokseumawe M. Yasir dan sejumlah anggota Fraksi PA DPRK Aceh Utara. Turut hadir anggota DPD RI asal Aceh Fachrul Razi.

Sebelumnya, sejumlah politisi Partai Aceh meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menggunakan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 atau UUPA sebagai acuan dalam penanganan sengketa pilkada di Aceh. Bila tidak, mereka mengancam akan mundur ramai-ramai dari jabatannya di pemerintahan, eksekutif maupun legislatif.

Pernyataan para politisi PA ini disampaikan, usai menghadiri sidang pendahuluan sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Aceh, di Gedung MK, Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.

Wali Kota Lhokseumawe terpilih, Suaidi Yahya, adalah salah satu politisi PA yang menyatakan siap mengundurkan diri sebagai calon terpilih apabila MK tidak menggunakan UUPA sebagai acuan dalam penanganan sengketa Pilkada Aceh.

Mahkamah Konstitusi, mulai menggelar sidang pendahuluan sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Aceh. Dalam sidang perdana ini, MK memeriksa persyaratan formil dan materi masing-masing pemohon.

Mualem dan TA Khalid ikut hadir dalam ruang sidang di Gedung MK, Jakarta, kemarin. Dari KIP Aceh hadir Ketua KIP Ridwan Hadi bersama komisioner KIP Aceh lainnya.

Sebagai pihak terkait, pasangan Irwandi Yusuf -Nova Iriansyah diwakili tim kuasa hukum Sayuti Abubakar Peusangan SH, Imran Mahfudi SH, Azfilli Ishak, dan Isfanudin Amir.

Kuasa Hukum Irwandi Yusuf, Sayuti Abubakar Peusangan seusai sidang mengatakan, pihaknya baru akan menanggapi pada persidangan berikutnya. “Kami tentu saja akan menyampaikan hal-hal yang memang terkait dengan kami,” kata Sayuti. Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung Senin (20/3) mendatang seperti dikutip serambinews.com.

comments

Editor Rating
60
60
Bang Wandi
User Rating
16
User rating
Penulis

Pemimpin Umum/Redaksi Koran Aceh, sejak Mahasiswa menulis pada Surat Kabar Mingguan Peristiwa, menjadi Wartawan Mimbar Umum Medan, Harian Pelita Jakarta. Pernah menjadi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Lahir di Lhok Pawoh, Manggeng, Aceh Barat Daya, 6 Agustus 1969. Lulusan FKIP Universitas Syiah Kuala 1991, Jurusan Bahasa dan Seni. Aktif pada organisasi kepemudaan, aktivis LSM, Ketua Yayasan Peuradeun Nanggroe, Presidium Forum LSM Aceh priode 2000 – 2003.

Powered by lokava