Dispora Banda Aceh

Bertepatan dengan HUT Kota, Banda Aceh Car Free Day Berlangsung Meriah

Bertepatan dengan HUT Kota, Banda Aceh Car Free Day Berlangsung Meriah

 

Banda Aceh – Bertepatan dengan HUT Kota Banda Aceh yang ke-813, Banda Aceh Car Free Day berlangsung meriah, Minggu (22/4/2018). Beragam acara digelar dalam ajang yang digelar di Jalan Tgk Daud Beureueh tersebut, mulai dari penampilan marching band, lomba mewarnai, hingga penyerahan santunan kepada anak yatim.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman juga melepas secara resmi peserta Elephantastic Run -lomba lari 5K yang digagas oleh WWF dalam rangka konservasi Gajah Sumatera di Aceh. Acara serupa juga digelar di Pekanbaru, Jakarta, dan Surabaya.

Lalu ada sesi pemotongan Tumpeng oleh wali kota dengan didampingi Wakil Wali Kota Zainal Arifin, dan sejumlah pejabat lainnya. Hadir pula di sana Ketua TP-PKK Aceh Darwati A Gani. Sebelumnya, Kadisdikdayah Banda Aceh Zahrol Fajri memimpin doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur.

Dalam sambutan singkatnya, Aminullah mengatakan rasa bahagianya melihat meriahnya ajang car free day minggu ini yang bertepatan dengan hari jadi Banda Aceh. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir, dan juga pihak sponsor yang telah membantu menyukseskan dan memeriahkan acara,” katanya.

Wali kota kembali menyampaikan tujuan pemilihan tema “I Love Banda Aceh” pada ulang tahun kota tahun ini. “Lewat tema ini kami mengharapkan seluruh masyarakat bergerak untuk membesarkan dan mencintai kotanya. Dengan begitu Banda Aceh akan lebih cepat maju dan cepat keluar dari permasalahan ekonomi seperti kemiskinan dan pengangguran.”

“Jika segenap elemen kota sudah bergerak, maka kota kita akan semakin dikenal dunia dan akan semaki banyak dikunjungi oleh wisatawan, yang tentu saja akan berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat,” kata mantan Dirut Bank Aceh ini.

Bukan hanya itu, Banda Aceh Car Free Day juga diisi dengan deklarasi dan kampanye gerakan stop kekerasan seksual terhadap anak. Deklarasi dan kampanye disampaikan oleh Aminullah dan juga Darwati A Gani serta para pimpinan institusi/lembaga yang concernterhadap isu tersebut. (*)

comments

Penulis

Pemimpin Umum/Redaksi Koran Aceh, sejak Mahasiswa menulis pada Surat Kabar Mingguan Peristiwa, menjadi Wartawan Mimbar Umum Medan, Harian Pelita Jakarta. Pernah menjadi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Lahir di Lhok Pawoh, Manggeng, Aceh Barat Daya, 6 Agustus 1969. Lulusan FKIP Universitas Syiah Kuala 1991, Jurusan Bahasa dan Seni. Aktif pada organisasi kepemudaan, aktivis LSM, Ketua Yayasan Peuradeun Nanggroe, Presidium Forum LSM Aceh priode 2000 – 2003.

Powered by lokava