Dispora Banda Aceh

Darwati A Gani Memang Mirip Dengan Mertua Irwandi Yusuf

Darwati A Gani Memang Mirip Dengan Mertua Irwandi Yusuf

 

Banda Aceh – Status Irwandi Yusuf tentang kemiripan istri dengan mertuanya menjadi viral di media sosial (Medsos). Bukan hanya mendatangkan ribuan like, tetapi juga mengundang berbagai komentar dari netizen.

“Peurumoh lon get that mirip ngon Mak geuh. Bagi lon na masalah bacut. Watee lon duek ngon Buk Dar kadang2 terasa lagee lon duek ngon Maktuan. Segan teuh. Hahaha,” tulis Gubernur Terpilih di aman facebooknya, Selasa , 7 Maret 2017.

Sementara Darwati A. Gani, istri Irwandi Yusuf, yang juga anggota DPRA dari PNA, menanggapi santai, memang mirip kan, ibu dengan anak, ya banyak yang mirip. “Status itu tidak salahkan, bukan zhihar kan, katanya kepada koranaceh.com di ruang rapat Komisi VI DPRA Aceh, Rabu 8 Maret 2017.

 

Sejumlah netizen mepertanyakan apakah pernyataan itu termasuk zhihar yang dilarang dalam agama. Sedangkan yang lainnya menyatakan itu bukan zhihar, secara heurmenetika (filsafat bahasa), makna inti pragmatik dari ungkapan pak Irwandi itu, tidak lain hanya, bahwa beliau sangat menghormati/menyegani mertuanya. Titik.

“Meunyoe singoh ka dilantek jeut keu gubernur, kira2 na sempat upload status menghibur lagee nyoe lom Tgk.Agam…???”, komen netizen lainya.

Darwati A Gani Mundur Dari Anggota DPRA

Berkaitan dengan terpilihnya Irwandi Yusuf menjadi Gubernur Aceh priode 2017 -2022 pada Pilkada 15 Februari 2017 lalu, Darwati A Gani menyatakan akan mengundurkan dari dari anggota DPRA, karena ingin fokus melaksanakan kewajiban sebagai istri gubernur. “Tugas mendampingi Pak Gubenur juga berat dan banyak,” kata Darwati yang sudah pernah menjadi first lady Aceh priode 2008 – 2012 lalu.

Usai menerima klarifikasi dari Direktur Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) tentang rekruetmen tenaga medis yang banyak mendapat protes dari sejumlah pihak, sabagai anggota legislatif komisi VI yang diantaranya membidangi kesehatan, Darwati A. Gani menilai pelayanan di rumah sakit masih perlu ditingkatkan. “Jumlah tenaga medis juga harus sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Mengenai perbedaan pelayalan kesehatan antara JKA dan BPJS, Darwati A Gani yang segera menjadi first lady Aceh kembali, mengatakan, kalau dari sudut anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah Aceh hampir sama, tetapi proses administrasi dalam pelayanan lebih mudah JKA, tambahnya.

“Kalau JKA, anggaran dipakai sesuai kebutuhan orang yang berobat, tetapi BPJS kan bayar premi, sakit tidak sakit, anggaran dipakai atau yang tidak sakit tetap harus bayar semua, karena seluruh masyarakat harus dibayar premi oleh pemerintah Aceh, miskipun tidak digunakan,” tambahnya.

comments

Editor Rating
60
60
Darwati A Gani
User Rating
56
User rating
Penulis

Pemimpin Umum/Redaksi Koran Aceh, sejak Mahasiswa menulis pada Surat Kabar Mingguan Peristiwa, menjadi Wartawan Mimbar Umum Medan, Harian Pelita Jakarta. Pernah menjadi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Lahir di Lhok Pawoh, Manggeng, Aceh Barat Daya, 6 Agustus 1969. Lulusan FKIP Universitas Syiah Kuala 1991, Jurusan Bahasa dan Seni. Aktif pada organisasi kepemudaan, aktivis LSM, Ketua Yayasan Peuradeun Nanggroe, Presidium Forum LSM Aceh priode 2000 – 2003.

Powered by lokava