Dispora Banda Aceh

Dispora Banda Aceh Gelar Tes Kebugaran Masyarakat

Dispora Banda Aceh Gelar Tes Kebugaran Masyarakat

 

Banda Aceh – Kepala Dinas Pemuda dispora Banda Aceh, Hamdani Basyah, SH mengatakan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banda Aceh bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (5/9) pagi, mengadakan tes pengukuran kebugaran masyarakat Indonesia atau Sport Development Index (SDI) di Kota Banda Aceh.

Hamdani Basyah menambahkan, peserta tes terdiri atas pelajar SD hingga SMA, mahasiswa, guru olahraga, serta masyarakat umum, buruh, dan karyawan, sekitar 100 peserta dari berbagai elemen itu berlangsung di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh.

Kita sangat berterima kasih kepada Kemenpora RI yang sudah memilih Banda Aceh sebagai salah satu kota tempat pelaksanaan tes pengukuran kebugaran masyarakat, kata Hamdani kepada koranaceh.com.

Menurut Hamdani, kegiatan itu sangat penting dalam rangka mendukung program pemerintah yakni Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) serta menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan olahraga di Banda Aceh. “Dengan tes ini, kita harapkan warga kota makin giat berolahraga, katanya.

Sementara Bambang Pamungkas dari Bidang Pengembangan Sanggar Kemenpora RI, kemarin, menjelaskan, SDI merupakan kegiatan untuk mengukur tingkat kebugaran masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Menurutnya, tes tersebut dilaksanakan di 34 kabupaten/kota dari 34 provinsi di Indonesia dan Banda Aceh merupakan kota ke-12. “Satu kota kita ambil sampelnya 100 orang,” ujar Bambang

Dikatakan, jumlah sampel atau index penelitian yang ada memang belum bisa mengukur tingkat kebugaran masyarakat Indonesia secara akurat. Tapi, lanjut Bambang, dengan kegiatan itu sudah bisa diukur pada level mana kebugaran masyarakat Indonesia berada.

“Penilaian terhadap hasil itu dilakukan oleh UNS. Hasilnya nanti akan kita serahkan ke Dispora setempat. Kalau hasil tes menunjukkan kebugaran masyarakat masih rendah, kita akan merekomendasi ke Dispora setempat agar program pembinaan olahraga lebih ditingkatkan, sehingga masyarakat lebih giat lagi berolahraga,” ungkap Bambang Pamungkas didampingi Matsuri dari UNS.

PEDOMAN SDI (SPORT DEVELOPMENT INDEKS)

Sebelumnya, Teuku Erwin Irham, SP, Kabid Pembudayaan Olahraga, Dispora Koata Banda Aceh   kepeda koranaceh.com, menjelaskan Pembangunan  keolahragaan merupakan proses menciptakan setiap orang  untuk memperoleh kesempatan berolahraga, memilih jenis olahraga yang diminati dan hak pelayanan berolahraga untuk kesehatan dan kebugaran  jasmaninya serta mendapatkan pendampingan prestasi yang berbakat.

Dengan  menggunakan  cara  berpikir yang sama, orientasi pembangunan olahraga lebih  mengedepankan pada paradigma pemerataan. Maka untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan oiahraga menggunakan SDI (Sport Development Indeks), katanya

Ditambahkan, Pengukuran SDI meliputi 4 dimensi, yaitu 1. Ruang Terbuka/Ruang Publik (Jumlah  tempat/ruang  untuk  masvarakat  berolahraga  baik  terbuka maupun tertutup) 2. Sumber Daya Manusia (Jumlah pelatih, guru olahraga) 3. Partisipasi Masyarakat (Jumlah masyarakat yang berolahraga). 4. Kebugaran Jasmani Masyarakat (Mengukur tingkat kebugaran jasmani masyarakai melalui Beeptest dan IMT).

“Empat (4) dimensi  data  tersebut akan divalidasi  baik secara subtansial maupun metodelogis dan hasilnya akan dikaji. Hasil kajian akademis akan dijadikan SDI sebagai dari sebagaian dan kebijakan pembangunan nasional keolahragaan,” demikian Teuku Erwin. (adv)

comments

Penulis

Pemimpin Umum/Redaksi Koran Aceh, sejak Mahasiswa menulis pada Surat Kabar Mingguan Peristiwa, menjadi Wartawan Mimbar Umum Medan, Harian Pelita Jakarta. Pernah menjadi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Lahir di Lhok Pawoh, Manggeng, Aceh Barat Daya, 6 Agustus 1969. Lulusan FKIP Universitas Syiah Kuala 1991, Jurusan Bahasa dan Seni. Aktif pada organisasi kepemudaan, aktivis LSM, Ketua Yayasan Peuradeun Nanggroe, Presidium Forum LSM Aceh priode 2000 – 2003.

Powered by lokava