Dispora Banda Aceh

HO-JAK Aplikasi Transportasi Berbasis Online Siap Layani Warga Banda Aceh

HO-JAK Aplikasi Transportasi Berbasis Online Siap Layani Warga Banda Aceh

 

Banda Aceh – Aplikasi transportasi online yang diberi nama Ho-jak telah selesai dibuat oleh putra Aceh yang tergolong masih remaja.

Pengembangan aplikasi ini, selain mendukung pelayanan transportasi yang mudah dan murah, juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja yang luas di Kota Banda Aceh.

“Ho-Jak ini akan mampu menghubungkan setiap sudut kota dengan mudah, murah, dan aman. Ho-jak, dibangun dengan niat yang baik, bertujuan meningkat citra kota Banda Aceh yang smart, “ kata Azhari Idris, pembina usaha online ini.

HO-JAK bisnis transportasi berbasiskan aplikasi online telah hadir beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

Aplikasi ini memanfaatkan kecanggihan teknologi android guna memudahkan pelanggannya mengakses transportasi. HO-JAK sudah didownload sebanyak 10 ribu kali oleh pengguna di Play Store.

CEO HO-JAK Chairul Mubarak mengatakan bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan cara mengurangi angka pengangguran. Sampai sekarang orang yang telah bergabung menjadi driver HO-JAK mencapai sekitar 500 orang.

“Kita ingin mengajak masyarakat untuk menambah penghasilan melalui bisnis ini,” tuturnya saat acara temu ramah CEO HO-JAK dengan komunitas masyarakat dan wartawan di Pango, Banda Aceh, Selasa (14/3/2017).

Alat transportasi HO-JAK terdiri dari becak, sepeda motor, dan mobil. Masyarakat yang ingin mendaftar menjadi driver bisa langsung mendaftar melalui aplikasi. Bila driver tidak ingin bekerja mereka harus mematikan aplikasi HO-JAK. Ia mengakui bisnis ini masih memiliki banyak kekurangan. Tapi ia mencoba terus memperbaiki kekurangan itu.

Azhari Idris, Manager of Director, menuturkan, HO-JAK memastikan kejelasan identitas drivernya. HO-JAK akan meminta kartu identitas yang jelas para drivernya. Tarif HO-JAK sendiri berdasarkan ketentuan yang sudah diatur oleh pemerintah berdasarkan jarak tempuh. Oleh karena itu HO-JAK memanfaatkan aplikasi google maps. Sehingga jalur driver saat mengantar penumpang bisa dipantau oleh tim IT HO-JAK.

Tambahnya, driver nantinya tidak perlu keliling mencari calon penumpang. Sambil duduk pun mereka bisa mendapatkan orderan melalui aplikasi ini. Ia mengatakan daripada kendaraan tidak terpakai di rumah bisa dimanfaatkan menjadi driver HO-JAK.

“HO-JAK berupaya mengatasi tarif transportasi saat ini yang bervariasi. Gaji driver dibayar berdasarkan kerjanya,” pungkasnya.

Ia menjelaskan driver HO-JAK terdiri dari laki-laki dan perempuan. Katanya, bisnis ini turut mengutamakan driver perempuan. Mereka diharapkan tidak mengangkut penumpang pada malam hari.

Pada Mei 2017, Pekan Nasional (Penas) akan diselenggarakan di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya. Dikatakan, HO-JAK akan siap menjadi transportasi bagi peserta Penas yang datang dari berbagai daerah di Aceh. Selain itu ia mengharapkan HO-JAK bisa meningkatkan kemajuan parwisata di Aceh.

“Wisatawan yang datang ke Aceh akan lebih mudah keliling Banda Aceh tanpa harus bingung mencari alat transportasi,” pungkasnya.

comments

Editor Rating
80
80
Ho-Jak
User Rating
36
User rating
Penulis

Pemimpin Umum/Redaksi Koran Aceh, sejak Mahasiswa menulis pada Surat Kabar Mingguan Peristiwa, menjadi Wartawan Mimbar Umum Medan, Harian Pelita Jakarta. Pernah menjadi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Lahir di Lhok Pawoh, Manggeng, Aceh Barat Daya, 6 Agustus 1969. Lulusan FKIP Universitas Syiah Kuala 1991, Jurusan Bahasa dan Seni. Aktif pada organisasi kepemudaan, aktivis LSM, Ketua Yayasan Peuradeun Nanggroe, Presidium Forum LSM Aceh priode 2000 – 2003.

Powered by lokava