Dispora Banda Aceh

Kak Nur Penjual Mie Caluek Yang Ramah

Kak Nur Penjual Mie Caluek Yang Ramah

Di pasar tradisional kita, Kak Nur adalah seorang penjual mie caluek yang ramah. Tapi masalahnya bukan itu. Mie caluek jualan Kak Nur tergolong unik. Mie diracik dengan sejumlah bumbu dan sambal yang bersifat permanen, sehingga tiap pembeli datang, Kak Nur hanya tinggal bungkus.

Tak perlu menambahkan lagi dengan bumbu ini dan sambal itu. Yang menjadi misteri dari mie caluek racikan Kak Nur adalah: jika pembelinya orang Aceh, mie itu akan berasa asin dengan sendirinya. Jika pembelinya orang Melayu, mie itu akan berasa asam-gurih. Jika pembelinya orang Padang, mie itu akan berasa pedas.

Jika pembelinya orang Jawa, mie itu akan berasa manis. Ketika Kak Nur ditanya kenapa mie caluek racikannya bisa seunik itu dan apa rahasia bumbunya, perempuan manis setengah baya itu jujur menjawab: “Tak ada rahasia apa-apa. Semua orang akan merasakan setiap makanan dengan lidah kebudayaannya masing-masing.

Yang penting dagangan kita jangan dijual mahal. Apalagi kalau dibilang mie caluek dapat menjalankan semua butir-butir UUPA, menegakkan Bendera Aceh, meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan ekonomi, membangun masyarakat yang berkebudayaan tinggi, menciptakan masyarakat yang suka membaca sastra. Ah, mana mungkin itu.”

(Status Facebook Musmarwan Abdullah)

comments

Editor Rating
60
60
status
User Rating
0
User rating
Tags: ,
Penulis

Powered by lokava