Dispora Banda Aceh

Khalidin Dituduh Gunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah Palsu

Khalidin Dituduh Gunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah Palsu

 

 

Banda Aceh – Kepala SMP Negeri 4 Seunagan, Said Ramlana mengatakan, Surat Keterangan Pengganti Ijazah yang diberikan kepada KIP Naga Raya adalah palsu.

Said Ramlana kepada wartawan melalui telepon, Selasa 14 Maret 2017 memastikan yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai siswa disekolah yang dia pimpin dan surat keterangan pengganti ijazah tidak ada dalam agenda, katanya.

”Saya sudah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan, selain yang bersangkutan tidak pernah sekolah di SMP Negeri 4 Seunagan, juga surat keterangan pengganti ijazah itu dibuat di luar sekolah dan tanda-tangan saya dipalsukan,” tambahnya.

Menurut Said Ramlana, dia tahu surat keterangan pengganti ijazah sudah dipalsukan dari salah seorang keponakannya beberapa hari lalu, makanya dia segera membuat klarifikasi atau penjelasan melalui surat nomor 421/17/2017 tanggal 13 Maret 2017 yang ditujukan kepada KIP dengan 22 tembusan.

“Saudara Khalidin tidak pernah menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 4 Seunagan, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, pada tahun 1990 – 1991 dan tidak pernah dikeluarkan ijazah atas nama yang bersangkutan”, tulis Said Ramlana.

“Pihaknya juga tidak pernah mengeluarkan dan tidak pernah menanda-tangani Surat Keterangan pengganti ijazah, artinya surat itu tidak sah menurut hukum/palsu,”

Sebelumnya, calon wakil bupati Khalidin yang berpasangan dengan H.M Jamin Idham, SE sebagai bupati dan kemudian memenangkan Pilkada 15 Februari 2017 di Sebagai Bupati Naga Raya priode 2017 – 2022, disinyalir telah memberi surat keterangan palsu kepada KIP setempat tentang ijazah SMP yang bersangkutan.

 

 

Teuku Raja Keumangan Merasa Dirugikan

Sementara itu, salah seorang pasangan Calon Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan menyatakan sangat dirugikan, karena KIP dan Panwas setempat meloloskan yang bersangkutan, padahal ada syarat-syarat yang tidak terpenuhi,” katanya.

“Padahal KIP dan Panwas, kan bisa melakukan verifikasi syarat ke sekolah, karena memang surat keterangan pengganti ijazah itu, sangat meragukan,” sebut TRK.

“Kita tidak menuduh KIP dan Panwas, ikut bermain, tetapi kami merasa dirugikan, tapi kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, supaya ada kepastian hukum,” tandas TRK kepada sejumlah wartawan di Banda Aceh.

Sejauh ini, Khalidin, KIP dan Panwas setempat belum memberi klarifikasi terhadap kasus yang telah berkembang dan menjadi perbincangan ditengah masyarakat.

comments

Editor Rating
80
80
Ijazah Palsu
User Rating
52
User rating
Penulis

Pemimpin Umum/Redaksi Koran Aceh, sejak Mahasiswa menulis pada Surat Kabar Mingguan Peristiwa, menjadi Wartawan Mimbar Umum Medan, Harian Pelita Jakarta. Pernah menjadi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Lahir di Lhok Pawoh, Manggeng, Aceh Barat Daya, 6 Agustus 1969. Lulusan FKIP Universitas Syiah Kuala 1991, Jurusan Bahasa dan Seni. Aktif pada organisasi kepemudaan, aktivis LSM, Ketua Yayasan Peuradeun Nanggroe, Presidium Forum LSM Aceh priode 2000 – 2003.

Powered by lokava