Dispora Banda Aceh

Partai Daerah Aceh Kecam Pesta Waria di Hotel Hermes

Partai Daerah Aceh Kecam Pesta Waria di Hotel Hermes

 

Banda Aceh – Sekretaris Jenderal Partai Daerah Aceh, Tengku Razuan menegaskan pesta kaum homo, gay atau LGBT di Hotel Hermes, Sabtu 16 Desember 2017, semoga bukan ekspresi kegembiraan pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan LGBT dan Kumpul Kebo tak bisa dipidana.

Kepada media ini, Tengku Razuan menambahkan, apa yang tengah viral dimedia sosial dua hari terakhir ini, dibanyak tempat, terutama di Jakarta, LGBT sepertinya, tengah meluapkan kegembiraan pasca putusan MK, 14 Desember 2017 lalu dengan berbagai pesta maksiat.

“Putusan MK yang menyebutkan LGBT dan Kumpul Kebo tidak bisa dipidana, telah mendapat protes keras dari babagai pihak, tertutama umat Islam seluruh tanah air,” katanya.

Makanya, pesta puluhan waria di Hotel Hermes, kita berharap bukan bahagian dari meluapkan kegemberiraan dari Putusan MK itu, tetapi apapun motifnya pesta semacam itu jelas bertetangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh, dan kita mengecam dan meminta pesta semacam itu tidak difasilitasi oleh hotel manapun, tambahnya.

Kaum LGBT dan semua pihak, harus memahami bahwa Putusan MK itu, tentang LGBT dan Kumpul Kebo tidak bisa dipidana, final dan mengikat, tetapi tidak bisa diterapkan di Aceh, karena Aceh daerah khusus yang melaksanakan syariat Islam dan memiliki aturan hukum tersendiri sesuai dengan kearifan lokal, katanya.

Pemko Banda Aceh Diminta Lebih Tegas

Disisi lain, Sekjen PD Aceh itu, meminta manajemen Hotel Helmes supaya meminta maaf, karena telah lalai dan abai terhadap penagakan syariat Islam di daerah ini, sehingga kegiatan maksiat yang merugikan citra dan syiar Aceh dan Islam menjadi tercoreng dengan pesta waria itu.

Begitu juga Pemerintah Kota Banda Aceh agar memberi peringatan keras, bahkan kalau perlu ditutup sementara Hotel Hermes, sampai manajemen benar-benar menghormati dan mendukung pelaksanaan syariat islam di daerah ini dengan membuat pernyataan tidak menggelar acara yang merugikan citra Aceh sebagai serambi mekkah, katanya.

Pengewasan ketat itu, tembah Tengku Razuan bukan hanya untuk Hotel Hermes, tetapi juga untuk semua hotel, termasuk tempat-tempat yang berpotensi terjadi pelanggaran syariat islam, seperti salon, dan tempat hiburan lainnya. Apalagi menjelang tahun baru masehi.

Sementara itu, Sabtu malam, 16 Desember 2017 puluhan waria mengelar pesta di Hotel Hermes, dan  tujuh orang waria berhasil diamankan oleh satpol PP dan WH Aceh, setelah dilaporkan oleh masyarakat. (*)

comments

Penulis

Pemimpin Umum/Redaksi Koran Aceh, sejak Mahasiswa menulis pada Surat Kabar Mingguan Peristiwa, menjadi Wartawan Mimbar Umum Medan, Harian Pelita Jakarta. Pernah menjadi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Lahir di Lhok Pawoh, Manggeng, Aceh Barat Daya, 6 Agustus 1969. Lulusan FKIP Universitas Syiah Kuala 1991, Jurusan Bahasa dan Seni. Aktif pada organisasi kepemudaan, aktivis LSM, Ketua Yayasan Peuradeun Nanggroe, Presidium Forum LSM Aceh priode 2000 – 2003.

Powered by lokava