Dispora Banda Aceh

STAI Tgk Chik Pante Kulu Kerjasama International Dengan University Of Asmaul Husna

STAI Tgk Chik Pante Kulu Kerjasama International Dengan University Of Asmaul Husna

 

Banda Aceh – Rektor  STAI Tgk Chik Pante Kulu Tgk Jamaluddin Thaib, MA mengatakan kerjasama internasional atau kerjasama antar Perguruan Tinggi  Aceh dengan Malaysia merupakan kesempatan yang sangat baik guna meningkatkan mutu lulusan salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Aceh.

Menurut lulusan Dayah Lung Angen, Lhok Nibong, Aceh Timur itu, peningkatan Capacity bullding dan kualitas Dosen, serta mutu lulusan atau mahasiswa. “MoU ini akan mampu menumbuhkan   semangat baru bagi mahasiswa untuk melanjutkan kuliah di STAI Tgk Chik Pante Kulu, karena pada hakikatnya kuliah di kampus manapun, tujuan akhirnya adalah kualitas dan daya saing,” katanya.

Bentuk kerjasama yang telah ditandatangani ini antara lain adalah bidang penelitian, pelatihan dan penembangan pendidikan, di samping juga pertukaran dosen yang sesuai dengan kapasitas masing-masing. Penandatangani MoU ini juga disaksikan oleh seluruh civitas akademika STAI  Tgk Chik Pante kulu dan Rombongan dari  Malaysia, Minggu 24 September 2017

Civitas akademika STAI  Tgk. Chik Pante Kulu, juga mengucapkan rasa terimakasih atas kehadiran TIM dari Malaysia terutama kepada rektor International Uniniversity of Asmaul Husna , Kuantan Pahang Malaysia yang telah berkotribusi memberikan pencerahan kepada  mahasiswa. semoga kerjasama ini akan melahirkan program-program  dalam rangka mewujudkan pengabdian kepada umat, kata Tgk. Jamaludin dalam sambutannya.

Sementara itu, Prof. Dr. Wan Maseri binti Wan Mohd, Rektor dari Internasional University Of Asmaul Husna Malaysia dalam seminar Internaional yang diadakan bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) tgk Chik Pante Kulu mengatkan, nilai-nilai yang terkandung dalam  Asmaul Husna  harus dipahami, serta diimplementasi dalam seluruh aktivitas, katanya.

Menurutnya, pemahaman Asmaul Husnan mampu menjadi kekuatan dan membuat setiap orang menjadi kuat, cerdas dan beriman kepada Allah, serta dapat memadukan antara ruh keislaman dengan   tekhnologi, sain dan alam semesta.

Pada hakikatnya, setiap apa yang kita lakukan dalam setiap aktivitas, tidak boleh lepas dari nilai dan kekuatan Asmaul Husna, kita dapat mengembangkan konsep-konsep Asmaul Husna guna mengimbangi teori-teori Barat yang terkesan dengan hilangnya ruh ketuhanan. Padahal manusia tidak dapat melakukan apapun tanpa adanya kekuatan dari sang maha pencipta, tambahnya.

Dengan konsep Asmaul Husna kita bisa dibuktikan bahwa Islam tidak ketinggalan zaman, tidak kuno dan bukan sesuatu yang harus ditinggalkan, kita tidak perlu risau untuk bersaing dan menjadikan ruh Islam sebagai pedoman hidup dan terus berzikir dalam setiap aktivity, baik di rumah, kampus, sekolah dan juga di pemerintahan, ujarnya.

comments

Penulis

Powered by lokava