Dispora Banda Aceh

Status Tengah Malam; Pemilu 2019 Kesempatan Terakhir Partai Politik Aceh

Status Tengah Malam; Pemilu 2019 Kesempatan Terakhir Partai Politik Aceh

 

Banda Aceh – Ketua Umum DPP Partai Gabungan Rakyat Aceh Mandiri (GRAM) Tarmidinsyah Abubakar mengatakan, Pemilu tahun 2019, kesempatan terakhir partai-partai politik Aceh mempengaruhi suara rakyat Aceh, tulisnya pada laman medsos, Minggu, 19 Maret 2017, dinihari.

“Karenanya, mari kita evaluasi dan menjaga tingkah laku supaya jauh dari sikap arogan, karena kita adalah Rakyat Aceh,” katanya pada yang disebut status tengah malam.

Dulu mengatasnamakan seluruh rakyat Aceh, melalui UUPA kita meminta agar di Aceh dapat membentuk partai-partai politik, yang kemudian kita sendiri mempopulerkan dan menyebutnya sebagai partai lokal. Menurut saya tidak perlu terjebak dengan menyebut partai lokal tapi cukup partai-partai politik Aceh.

Kenapa? Karena partai politik adalah fondasi suatu negara bukan suatu daerah. Tetapi kita sendirilah yang senantiasa cengeng dan ketakutan tanpa kekuatan bapak angkat. Akhirnya nyaris semua partai politik lokal mencari Bapak Angkat bahkan diumumkan dan dipublikasikan secara terbuka dengan bangga, apalagi dapat suntikan dana yang besar.

Jika saja kita paham dan bersabar tidak mengedepankan Egoisme kelompok dan dengan tetap menjaga hubungan baik dengan tokoh Jakarta tanpa melepaskan kendali kepada Bapak Angkat, tidak perlu saling menghancurkan lintas partai-partai politik Aceh mungkin saja kepercayaan terhadap partai-partai politik Aceh lebih kuat.

Entitas Bangsa yang sudah terbentuk dapat dipelihara dengan baik meski Aceh masih dalam NKRI. Hal ini sulit diraih oleh wilayah lain di Indonesia, Salam GRAM,,,, tandas mantan sekretaris PAN Aceh itu.

comments

Editor Rating
40
40
Status Tengah Malam
User Rating
70
User rating
Penulis

Powered by lokava