Dispora Banda Aceh

Waduk Keuliling, Objek Wisata Yang Diterlantarkan

Waduk Keuliling, Objek Wisata Yang Diterlantarkan

 

Jantho –  Waduk Keuliling yang dibangun tahun 2000 – 2008 telah menghabiskan sebesar Rp 235 miliar. – Keindahan waduk  yang berlokasi di Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar dinilai mampu menarik minat wisata, tetapi sayang, saat ini, destinasi wisata itu diterlantarkan tak terurus.

Berbagai fasilitas telah rusak,  seperti,  balai-balai tempat berteduh, kolam  mandi anak-anak, perahu pancing, dan sarana  air bersih, serta toilet. Begitu juga akses jalan menuju waduk menjadi semak belukar, bahkan bak  hutan  belantara.

Seorang  pedangang musiman di kawasan itu, mengatakan, sebenarnya objek wisata  waduk keliling ini  ramai dikunjungi  wisatawan lokal maupun manca negara, namun beberapa tahun ini kawasan ini menjadi lengang.

“Saya berharap pemerintah untuk merenovasi dan membuat berbagai fasilitas penunjang untuk menarik kembali minat wisatawa ke daerah ini. Selain karena kawasan ini cukup indah untuk dikunjungi, juga bisa meningkat pendapatan masyarakat sekitar dengan menjadi pedagang musiman, ” katanya kepada koranaceh.com.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Parawisata Aceh Besar Drs. Sulaimi MSi yang diminta tanggapannya tentang objek wisata waduk keuliling yang dinilai sengaja diterlantarkan, berkaitan dengan adanya, sarana wisata waterboom di samahani, mengatakan, pihaknya akan merenovasi kembali daerah tujuan wisata itu namun tidak  di tahun 2017 ini,  sebab dinas parawisata  sangatlah  keterbatasan anggran.

“Tahun 2018 nanti akan kita ajukan permohonan ke DPRK  dan kita berharap DPRK Aceh Besar menyutujui, apa lagi kawasan wisata waduk ini adalah  salah satu objek wisata yang minati,  selain meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, juga mendukung pemasukan PAD Aceh Besar, “sebut Sulaimi.

Waduk Keuliling Meski berfungsi untuk menyimpan air, Waduk Keliling di Aceh juga asyik untuk dikunjungi. Jika datang saat langit cerah, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam sekitar yang sangat cantik, serasa di luar negeri. Keren!

Keelokan Waduk Keuliling di Kecamatan Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, membuat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta waduk tersebut dikelola menjadi destinasi wisata baru di Aceh.

Ia pun berencana menggandeng Perum Jasa Tirta untuk mengelola waduk tersebut.Nantinya, Basuki berharap waduk tersebut akan memiliki nilai tambah, diantaranya sebagau destinasi wisata, ruang terbuka hijau, penghasil listrik dan sumber air baku bagi masyarakat.

“Agar waduk ini mempunyai nilai tambah selain untuk irigasi, maka harus dikelola dengan baik,” katanya melalui siaran resmi, seperti dikutip sejumlah mediaonline.

Ia melanjutkan, kegemaran masyarakat  Aceh minum kopi bisa menjadi ide untuk membuat lokasi strategis bagi mereka untuk menikmati kopi di tepi waduk. Lokasi Waduk Keuliling yang tidak terlalu jauh dari Kota Banda Aceh, sekitar 35 kilometer ke arah timur dari kota Banda Aceh menjadi nilai lebih untuk menjadikannya destinasi wisata. Waduk dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dalam waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Waduk yang memiliki daya tampung kurang lebih 17 juta meter kubik dengan luas genangan 228 hektare dan area tangkapan air seluas 38,20 kilometer persegi ini merupakan waduk pertama di Provinsi Aceh.

Waduk tersebut diresmikan pada 23 Februari 2009 lalu dan saat ini berfungsi  mengairi areal persawahan di Krueng Aceh seluas 4.790 hektare. Sumber air utama Waduk Keuliling berasal dari Alur Sungai Keuliling dengan luas daerah aliran sungai (DAS) sebesar 38,2 kilometer persegi dengan panjang sungai 12,3 kilometer.

Waduk Keuliling adalah bendungan air yang berada di Kecamatan Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Letaknya kurang lebih 35 km dari pusat Kota Banda Aceh ke arah Medan.

Selain berfungsi sebagai irigasi, bendungan ini juga menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi. Jika datang ketika langit cerah, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Cocok untuk pecinta fotografi.

Sungai Keuliling merupakan salah satu sub-basin DPS Krueng Aceh yang mempunyai potensi air yang cukup besar untuk meningkatkan penyediaan air baku dalam rangka memenuhi kebutuhan air untuk Banda Aceh dan Aceh Besar.

Berdasarkan studi pengembangan daerah aliran sungai Krueng Aceh tahun 1996, Pembangunan Waduk Keuliling disamping memenuhi kebutuhan air untuk irigasi Krueng Aceh Extension dan Krueng Jreue seluas 3.159,30 Ha, juga dapat menunjang peningkatan areal sawah tadah hujan menjadi sawah beririgasi teknis yaitu D.I. Keuliling Hilir seluas 1.053 Ha, D.I. Keuliling Hulu 578,20 Ha.

Kebutuhan air untuk mengairi areal seluas 4.790,50 ha membutuhkan 7,1 m3/dt, sedangkan yang tersedia saat ini adalah 3,6 m3/dt sehingga kekurangan 3,5 m3/dt akan disuplai oleh Waduk Keuliling.

Waduk Keuliling dibangun pada sungai Alue Kueliling yang terletak di Desa Bak Sukon Kecamatan Cot Glie Kabupaten Aceh Besar. (Dikcy Marzuki)

comments

Penulis

Powered by lokava